2 minggu belakangan ini, duniaku bener2 kacau. malam bagai siang dan siang bagai malam. Ingin aku berlari melewati waktu, tapi ga mungkin... yang ada malah waktu seakan merangkak.
Semua ini bermula ketika malam itu aku mendapat messege darinya. Fiuuhh... seakan petir menyambarku. Hal yang slama ini aku takutkan, kini harus kuhadapi. Rasa cinta dan sayang yang ada berganti sakit dan kecewa. Tak ada penghianatan... tapi perpisahan. Perpisahan yang tak pernah aku relakan. Tapi apa daya... Aku hanyalah Hamba yang menyerahkan semuanya pada takdir. Takdir yang mempertemukan kami, takdir yang menyatukan kami, takdir yang memisahkan kami, namun takdir jugalah yang nantinya akan mempertemukan lami kembali. Karna dibalik rasa sakit, masih ada sedikit pendar2 sayang.
But.. hey.. life must go on, 'rite??!! waktu ga akan berhenti hanya untuk menunggu lukaku sembuh... akulah yang harus mengobatinya... But anyway... thanks to die_must... u know what??? u mean everything to me dud.. disaat aku limbung membutuhkan pegangan, kamu ngulurin tangan membantuku berdiri. Makasih Dim... untuk semuanya... Aku bersyukur CO bisa nemuin aku ma kamu... like i've said before... we're soulmate 'rite??? and we''ll always be.
*Ko kayanya agak ga nyambung ya??? gpp lah...
namanya juga lagi patah hati... sah2 aja kan????!!!! Qeqeqeqeqe....... *
Oleh: Prof. Dr. Made Astawan, Ahli Teknologi Pangan dan Gizi
Sosis merupakan makanan asing yang sudah akrab dalam kehidupan masyarakat Indonesia karena rasanya enak, Namun, di balik kenikmatan makanan yang kaya akan zat gizi ini, terkandung lemak dan kolesterol tinggi yang bisa mengganggu kesehatan. Untuk itu, hati-hati mengonsumsi sosis.
Makanan ini dibuat dari daging atau ikan yang telah dicincang kemudian dihaluskan, diberi bumbu, dimasukkan ke dalam selonsong berbentuk bulat panjang simetris, baik yang terbuat dari usus hewan maupun pembungkus buatan (casing).
Sosis juga dikenal berdasarkan nama kota atau daerah yang memproduksi, seperti berliner (Berlin), braunscheiger (Braunshweig), genoa salami (Genoa), dan lain-lain.
Sosis merupakan salah satu produk olahan daging yang sangat digemari masyarakat Indonesia sejak tahun 1980-an. Istilah sosis berasal dari bahasa Latin, yaitu salsus, yang artinya garam. Hal ini merujuk pada artian potongan atau hancuran daging yang diawetkan dengan penggaraman.
Nilai Gizi
Sosis merupakan produk polahan daging yang mempunyai nilai gizi tinggi.
Komposisi gizi sosis berbeda-beda, tergantung pada jenis daging yang digunakan dan proses pengolahannya.
Produk olahan sosis kaya energi, dan dapat digunakan sebagai sumber karbohidrat. Selain itu, sosis juga memiliki kandungan kolesterol dan sodium
yang cukup tinggi, sehingga berpotensi menimbulkan penyakit jantung, stroke, dan hipertensi jika dikonsumsi berlebihan.
Ketentuan mutu sosis berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3820-1995) adalah: kadar air maksimal 67 persen, abu maksimal 3 persen, protein minimal 13 persen, lemak maksimal 25 persen, serta karbohidrat maksimal 8 persen.
Kenyataannya, banyak sosis di pasaran yang memiliki komposisi gizi jauh dibawah standar yang telah ditetapkan. Hal tersebut menunjukkan pemakaian jumlah daging kurang atau penggunaan bahan tidak sesuai komposisi standar sosis.
BACA LABEL SEBELUM MENYANTAP
Seiring dengan berkembangnya industri pangan, saat ini telah dikembangkan sebuah inovasi baru, yaitu sosis siap makan tanpa perlu dimasak atau dipanaskan terlebih dahulu. Dengan demikian, sosis tersebut dapat dimakan sebagai snack.
Saat ini juga mulai banyak dijual sosis steril, yaitu sosis yang dibuat melalui proses sterilisasi sehingga awet untuk disimpan pada suhu kamar, selama beberapa waktu. Sosis tersebut tinggal dibuka dari kemasannya dan langsung dapat dimakan.
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah kandungan lemak sosis yang cukup tinggi. Konsumsi sosis sebagai snack hendaknya memperhatikan faktor-faktor
kesehatan seperti obesitas dan kolesterol. Sosis dengan kadar lemak rendah dapat menjadi pilihan. Karena itu, sebaiknya membiasakan diri membaca label secara seksama sebelum memutuskan untuk membeli dan mengonsumsi sosis.
Originally posted by R_K(thanks a lot :D)
Kelebihan tanaman aren ini bisa dipanen setiap hari sepanjang tahun, menghasilkan lebih banyak dan cepat bahan bakar dibanding tanaman lain.
Pohon aren tidak seperti tanaman lain penghasil bioethanol (bahan bakar pengganti bensin) yaitu singkong yang memiliki masa panen enam bulan atau tebu tiga bulan untuk sekali panen saja serta keterbatasan lainnya. Aren bisa dipanen terus-menerus di mana setiap satu pohon aren bisa menghasilkan nira 1-20 liter per hari yang 10 persennya bisa diproses menjadi ethanol.
Setiap hektar bisa ditanami 75-100 pohon sehingga setiap hektar bisa menghasilkan 1.000 liter nira per hari atau sekitar 100 liter ethanol per hari. Bandingkan dengan sawit yang satu hektarnya hanya menghasilkan maksimal enam ton biodiesel per tahun.
Pada masa lalu penanaman aren, tanaman asli Indonesia ini, sangat sulit dan hanya bisa dilakukan oleh musang, tetapi kini Puslit Biologi LIPI telah mampu membudidayakannya dan menyediakan bibitnya, ujarnya.
Dari mulai bibit hingga menjadi tanaman aren yang menghasilkan, ia akui, memerlukan 6-8 tahun, namun demikian angka itu tidak terlalu lama jika dibandingkan dengan tanaman lain seperti kelapa sawit yang memerlukan waktu 5-6 tahun untuk menghasilkan minyak sawit.
Getah nira yang menetes dari bunganya, lebih mudah dijadikan bioethanol dibanding dijadikan gula aren. Getahnya cukup difermentasi (diberi ragi/mikroba) lalu setelah menjadi alkohol dipisahkan dari airnya.
Tanaman aren selain bisa diproses menjadi subtitusi bensin juga baik dalam hal menyimpan air tanah serta mencegah bencana banjir dan longsor. Saat ini aren banyak ditanam antara lain di Rangkas Bitung, Cianjur Selatan, Ciamis, hingga di Sulawesi Utara.
MENGGAPAI SISI TERANG
Akan selalu dendamku membara
Mengores luka lama yang telah membeku
Ketika cinta seakan memudar
Hanya menyisakan sebuah kehampaan..."
Mimpi...
Yang tak akan pernah kembali
Bersama langkahku yang telah mati...
Diantara taman mawar merah berduri
Engkau tebarkan kesucian dari
Surga...
"Jika ini memang takdir Tuhan
Tiada yang dapat memisahkan kita
Menuju sebuah gerbang keabadian
Diantara surga dan neraka..."
Jiwaku terpahat
Dalam lembaran hitam
Akan terbang untuk menggapai cahaya terang...
Dibawah belanggu kupijak bumi dan lautan
Dimana kegelapan akan selalu
Bersinar...
Dan kini...
Aku telah menunggumu
Seribu tahun lamanya
Hingga hari kematianku...
"Penantian yang sempurna..."
Relakanlah diriku...
Untuk membakar dunia
Pemurnian hawa fana
Lingkaran alam semesta...
~ by riandha ~
Bila kita menginginkan pelangi, kita harus mengarungi hujan terlebih dahulu
~ Stradivarius ~
[b]AKU INGIN MENJADI .....[/b]
Dalam pagi yang tenang
Aku ingin menjadi embun
Membasahi jiwamu yang kering
Dalam malam yang hening
Aku ingin menjadi bulan
Menerangi sukmamu yang kosong
Dalam lelap tidurmu
Aku ingin menjadi mimpimu nan indah
Menyelimuti hatimu yang gundah
Walau kau tak pernah tau itu
Dalam tiap doaku
Aku ingin menjadi surga cinta
Menyirami ruhmu dengan cintaNYA
Walau kau tak pernah tau itu
Inilah nyanyian rinduku
050208, 184828
Catatan : puisi ini terinspirasi dari cerita sahabat yiest, "DHN", terima kasih tuk ceritanya.
Bila kau jadi beringin, jadilah beringin terbaik yang tegak di puncak bukit
Dan bila kau tak mampu jadi beringin, jadilah saja belukar
Tapi belukar terbaik yang tumbuh di tepi danau
Dan bila kau tak mampu jadi belukar, jadilah saja rumput
Tapi rumput terbaik yang memperkuat tanggul di tepi jalan
~ Topan ~
MUTIARA (dipost oleh bigmax)
sesuatu yang indah bila bersinar
menerangi jiwa yang kelam oleh kegelapan hati
rawatlah sinar dengan cinta dan ketulusan
sinar cinta membuat sang mutiara semakin indah
~ bigmax ~